Yuk, Simak 7 Faktor Penting Pembentuk Keluarga Harmonis dan Bahagia

Membentuk Keluarga Harmonis Islami

Jika kita diminta menjawab pertanyaan apakah kebutuhan yang terpenting didunia ini? Mungkin kita akan menjawab dengan beberapa jawaban. Tapi yang pasti, kebutuhan terpenting didunia itu bukanlah uang. Kebutuhan terpenting di dunia ini bukanlah ide baru atau filsafat. Bukan juga teknologi baru, penemuan medis baru atau agama baru.

Pada dasarnya kebutuhan paling penting yang dibutuhkan manusia ternyata adalah rumah tangga yang bahagia. Dari berbagai cerita dan bermacam penggalan kisah yang diceritakan orang ketika bertukar pikiran dari ras, budaya serta latar belakang yang berbeda ternyata hal mendasar yang menjadi kebutuhan paling penting adalah bahwa setiap orang memiliki keinginan untuk memiliki rumah tangga yang bahagia.

Terlepas dari tingkat pendidikan, status sosial, warna atau perbedaan agama, tidak ada seorangpun yang ingin tinggal didalam rumah yang penuh dengan permusuhan, perselisihan atau permasalahan pelik lainnya.

Statistik dalam beberapa dekade belakangan ini memberikan data bahwa tingkat perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga, meningkat dari tahun ke tahun. Fenomena ini salah satunya sebagai akibat dari tidak harmonisnya suasana dalam rumah tangga.

Kedamaian bagi seluruh anggota rumah tangga merupakan hal yang utama. Uang tidak bisa menjamin kebahaiaan karena memang kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang. Ada begitu banyak keluarga yang tidak harmonis ketika kondisi uang mereka berlimpah.

Uang bisa membeli mobil baru, rumah baru, tapi sama sekali tidak bisa membeli rumah tangga yang bahagia. Ketika tidak ada kebahagiaan di rumah, ini bisa mempengaruhi setiap anggota keluarga secara emosional, psikologis, sosial dan sebaliknya. Ia bahkan bisa mempengaruhi produktivitas ditempat kerja, bisnis sekolah maupun tempat beraktifitas lainnya.

Berikut beberapa penyebab ketidakbahagiaan yang ada didalam rumah tangga.

  • Kurangnya rasa cinta dan kasih sayang.
  • Tidak ada waktu untuk anggota keluarga.
  • Ketidaktulusan.
  • Kurangnya perhatian.
  • Kekerasan dalam rumah tangga.
    Kekerasan seksual, verbal dan fisik.
  • Perselingkuhan.

Saat Anda menemukan salah satu dari sebab diatas di dalam sebuah keluarga, maka keluarga tersebut bisa dipastikan tidak dalam kondisi bahagia. Maka jika Anda ingin merubah keluarga dari kandisi tidak bahagia menjadi kondisi bahagia, ada beberapa faktor pembentuk yang bisa menjadi acuannya.

Berikut 7 faktor pembentuk yang bisa dijadikan acuan untuk membentuk keluarga bahagia:

1. Cinta

Salah satu faktor terbesar dari rumah tangga yang bahagia adalah cinta dan kasih sayang. Ketika semua penghuni rumah masing-masing memiliki cinta dan kasih sayang, pastinya para penghuninya juga akan mengalami kedamaian dan kebahagiaan.

2. Perhatian

Perhatian bisa menjadi ‘resep’ lain untuk memiliki rumah tangga yang bahagia. Saat ini, dikebanyakan keluarga, perhatian dari orangtua kurang didapatkan oleh anak-anak. Beberapa pasangan juga tidak saling memberikan perhatian satu sama lain. Bahkan acapkali anak-anak tidak mendapat perhatian karena orang tuanya memiliki jadwal kerja yang padat. Padahal jika anggota keluarga saling memperhatikan, bisa menumbuhkan rasa saling memiliki dan menghargai antara anggota keluarga.

3. Menghabiskan waktu bersama

Waktu merupakan aset yang paling berharga yang kita miliki didunia ini. Waktu yang dihabiskan bersama keluarga merupakan sesuatu yang sangat berharga. Dibeberapa keluarga, terkadang mereka tidak bisa menghabiskan waktu bersama-sama. Semua orang beraktifitas dikeluar rumah sangat awal pada pagi hari dan datang kembali dimalam hari yang kemudian menjadikan fisik lelah untuk menghabiskan waktu dengan anggota keluarga yang lain.

Banyak orang, terutama orang yang memiliki materi berlebih, mencoba untuk mengganti waktu yang mereka habiskan diluar dengan uang, mobil, hadiah, elektronik atau benda lain. Tapi hal tersebut tetap tidak bisa menggantikan waktu yang terbuang untuk kebersamaan.

4. Saling menghormati dan memahami

Saat disebuah keluarga sudah hadir rasa saling menghormati dan memahami satu sama lain, maka keributan dan pertengkaran bisa dihilangkan. Ketika timbul rasa saling menghormati dan saling mengerti, ketegangan dalam keluarga juga akan berkurang. Dimana ada rasa saling menghormati dan saling mengerti, perdamaian dan harmoni pun bisa menjadi pandangan hidup sehari-hari.

5. Kesetiaan

Dalam sebuah keluarga saat pasangan setia, maka kecurigaan, prasangka dan air mata pun tidak akan tercipta.

6. Saling memaafkan

Setiap anggota keluarga harus belajar untuk saling memaafkan antara satu dengan lainnya. Ini merupakan faktor yang sangat diperlukan disetiap rumah tangga yang ingin bahagia.

7. Ketulusan

Dalam sebuah rumah dimana ketulusan menjadi pondasinya, maka selanjutnya akan ada kepercayaan. Tidak ada ruang untuk kecurigaan, kebohongan dan keraguan.

Rumah tangga merupakan salah satu alasan dari keberadaan kita di dunia. Ketika rumah tangga bahagia, ini akan berpengaruh pada dunia secara keseluruhan. Ketika rumah tangga bahagia, maka konsumsi minuman keras, konsumsi narkoba, kekerasan dan kejahatan sosial lainnya bisa diminimalisir.

Setelah seharian bekerja keras dan sibuk ditempat kerja atau sekolah, setiap orang pastinya ingin kembali ke rumah tangganya yang bahagia. Tak seorang pun yang ingin kembali ke rumah dimana penuh dengan masalah dan keributan.

Kebutuhan terbesar didunia bukanlah ide-ide, teknologi atau mobil yang baru. Tapi rumah tangga yang bahagia. Uang bisa membeli rumah atau materi lainnya, tetapi uang tidak bisa membeli rumah tangga yang bahagia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *